Monday, July 4, 2022

KETERAMPILAN MENJELASKAN PEMBELAJARAN

    KETERAMPILAN MENJELASKAN PEMBELAJARAN

AFIYATUL FADILAH
Program Pendidikan Agama Islam STAI Salahuddin Pasuruan
afiya1513@gmail.com


Abstrak:  Keterampilan menjelaskan adalah bagian dari pembelajaran microtecahing. Keterampilan menjelaskan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Selain dapat menguasai materi, guru harus bisa mengolah materi dalam menyampaikannya pada peserta didik. Dalam satu kelas terdiri dari sekitar 26 peserta didik yang tentunya heterogen dari pola pikirnya. Sebagai seorang guru, teknik dan strategi menjelaskan harus dikuasai untuk menyampaikan pengetahuan pada 26 peserta didik tersebut. Teknik dan strategi tersebut dikemas dalam bentuk seni atau keterampilan dalam menjelaskan materi.

Kata Kunci: Menerapkan Keterampilan menjelaskan.


A. PENDAHULUAN

Pelaksanaan keterampilan menjelaskan pada guru sangatlah penting,  karena keterampilan menjelaskan pada guru tidak terlepas dari peran anak di sekolah dan di rumah. Di sekolah guru memiliki peran sebagai contoh atau teladan untuk anak didiknya, karena guru peran yang penting pada anak usia dini tidak bisa ditanamkan hanya melalui melihat melainkan melalui pemberian contoh oleh guru. Oleh karena itu guru harus memiliki kompetensi dan perilaku yang dapat diteladani oleh anak didiknya salah satu bentuk dari cara guru menjelaskan.   

Keterampilan menjelaskan Menurut Saud (2009:59) adalah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antar satu bagian dengan bagian lainnya, misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui.  

Keterampilan menjelaskan Menurut Rusman (2010 : 86) keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya, misalnya antara sebab dengan akibat, definisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui. lanjutnya guru dikatakan memiliki keterampilan menjelaskan yang baik apabila selalu menjelaskan  apa yang harus dijelaskanya, memanfaatkan dari keterampilan menjelaskan dengan baik, dengan menggunakan cara menjelaskan sesuai dengan apa yang ingin dijelaskan.  

Menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini yang makin hari makin pesat terlebih lagi dalam dunia pendidikan merupakan aset utama dalam mempertahankan citra suatu bangsa. Hal ini mendorong kita untuk lebih berperan aktif dalam mempersiapkan diri demi menghadapi situasi yang semakin mengglobal. Landasan utama kita untuk menghadapi situasi seperti ini tentunya tidak lain adalah ilmu dan pengetahuan karena tidak lain pasangan itu selalu bersamaan maka tidak menutup kemungkinan bahwa dunia pendidikan kita tidak akan mengalami kemunduran.

Dalam dunia pendidikan tentunya kita dihadapkan dengan masalah bagaimana aspek-aspek penunjang pendidikan itu bisa tercapai. Salah satu aspek penunjang pendidikan tersebut adalah bagaimana fungsi dan peran guru dalam proses belajar mengajar, maka hal ini tidak lepas pula dari permasalahan mengenai tugas guru dalam mengembangkan tugas-tugas pendidikan sebagai profesinya.

Demikian pula halnya dengan mahasiswa sebagai calon guru di mana pendidikan merupakan keharusan bagi dirinya baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Untuk tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran secara efektif dan efisien, maka bagi seorang guru dan calon guru diperlukan adanya berbagai keterampilan dasar dalam mengajar.

Penguasaan terhadap keterampilan ini memungkinkan guru mampu mengelola kegiatan pembelajaran secara lebih efektif. Dengan penguasaan keterampilan dasar mengajar, guru diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga dengan demikian mutu pendidikan dapat terwujud dengan baik.


B. PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN MENGAJAR

Mengajar bukan sekedar proses transformasi bahan atau penuangan bahan pada subjek didik, tetapi mengajar lebih dari itu, yakni menjadikan anak aktif, mengolah apa yang dibimbing sehingga akan mengalami perubahan dan pengembangan, keterampilan-keterampilan, sikap, ide, penghargaan, pengetahuan, dan lain-lain.

Sudjana (1989: 3) mengemukakan bahwa mengajar adalah membimbing kegiatan siswa belajar, mengajar adalah mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan kegiatan belajar.

Dengan demikian mengajar merupakan bimbingan atau pertolongan pada seseorang untuk mencapai hasil belajar. Rumusan ini juga di samping terpusat pada siswa yang belajar, juga melihat hakikat mengajar sebagai proses yakni proses yang dilakukan oleh guru dalam menumbuhkan kegiatan belajar siswa.

Hasibuan (1995: 37) mengemukakan bahwa mengajar merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Perbuatan mengajar yang kompleks dapat diterjemahkan sebagai penggunaan secara integratif sejumlah komponen yang terkandung dalam perbuatan mengajar itu untuk menyampaikan pesan pengajaran.

Adapun komponen-komponen dalam perbuatan mengajar dapat diuraikan sebagai berikut :

a .Mengajar sebagai ilmu (teaching as a science), mengajar sebagai ilmu mengacu kepada adanya suatu    sistem ekspansi dan prediksi mendasarinya.

b. Mengajar sebagai teknologi (teaching as a technology), mengajar dalam kaitan sebagai teknologi            dilihat sebagai prosedur kerja dengan mekanisme dan seperangkat alat yang dapat dan harus diuji          secara empiris.

c. Mengajar sebagai seni (teaching as an art). Hakikat seninya terwujud dalam kenyataan bahwa               aplikasi, prinsip, mekanisme, dan alat yang termaksud terjadi, secara unik memerlukan                         pertimbangan-pertimbangan situasional, bahkan penyesuaian-penyesuaian transaksional yang banyak    ditentukan oleh perasaan dan naluri, jadi tidak semata-mata bertolak dari sekumpulan dalil dan rumus    yang bersifat individual.

d. Pilihan nilai (wawasan kependidikan guru), bersumber pada pilihan nilai atau wawasan                           kependidikan yang dianut guru. Wawasan kependidikan guru yang dimaksud terpulang pada tujuan        umum pendidikan nasional yang dapat ditelusuri kepada rumusan-rumusan yang formal maupun            kepada asumsi-asumsi konseptual filosofinya yang mendasar.

e. Mengajar sebagai keterampilan dasar (teaching as a skill), mengajar merupakan suatu proses               penggunaan sperangkat keterampilan secara terpadu.


 2. PENGERTIAN KETERAMPILAN MENJELASKAN    

Menjelaskan berarti menyajikan informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematis dengan tujuan menunjukkan hubungan. Penekanan memberikan penjelasan adalah proses penalaran siswa, dan bukan indoktrinasi. Memberikan penjelasan merupakan salah satu aspek yang penting dalam perbuatan guru.

Beberapa alasan mengapa keterampilan menjelaskan perlu dikuasai adalah sebagai berikut :

a. Pada umumnya imteraksi komunikasi lisan di dalam kelas “didominasi” guru.

b. Sebagian besar kegiatan guru adalah informasi, untuk itu efektivitas pembicaraan perlu                            ditingkatkan.

c. Penjelasan yang diberikan guru sering tidak jelas bagi siswa, dan hanya jelas bagi guru sendiri.

d. Tidak semua siswa dapat menggali sendiri informasi yang diperoleh dari buku, kenyataan ini                  menuntut guru untuk memberikan penjelasan kepada siswa untuk hal-hal tertentu.

e. Sumber informasi yang tersedia yang dapat dimanfaatkan siswa sendiri sangat terbatas.

f. Guru sering tidak dapat membedakan antara menceriterakan dan memberikan penjelasan.


3. TUJUAN KETERAMPILAN MENJELASKAN

a.Untuk membimbing siswa memahami dengan jelas jawaban dari pertanyaan “mengapa” yang               dikemukakan oleh guru atau yang diajukan oleh siswa.

b. Menolong siswa mendapat dan memahami hukum, dalil, dan prinsipprinsip umum secara objektif          dan bernalar.

c. Melibatkan siswa untuk berpikir memecahkan masalah atau pertanyaan.

d. Untuk mendapat balikan dari siswa mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahan     pengertian mereka.

e. Menolong siswa untuk menghayati dan mendapat proses, peralatan, dan penggunaan bukti dalam          penyelesaian keadaan (situasi) yang meragukan (belum pasti).


4. PRINSIP-PRINSIP KETERAMPILAN MENJELASKAN

a. Penjelasan dapat diberikan di awal, di tengah, atau di akhir jam pertemuan, tergantung kepada                keperluan.

b. Penjelasan dapat diselingi tanya jawab.

c. Penjelasan harus relevan dengan tujuan pembelajaran.

d. Penjelasan dapat diberikan bila ada pertanyaan dari siswa atau direncanakan oleh guru.

e. Materi penjelasan harus bermakna bagi siswa.

f. Penjelasan harus sesuai dengan latar belakang dan kemampuan siswa.

5. KOMPONEN KETERAMPILAN MENJELASKAN

Dalam garis besarnya komponen keterampilan menjelaskan meliputi:

a. Merencanakan penjelasan Dalam merencanakan penjelasan perlu diperhatikan isi pesan yang akan         disampaikan dan penerima pesan (siswa dengan segala kesiapannya)

b. Menyajikan penjelasan 

Beberapa komponen yang perlu diperhatikan adalah:

1) Kejelasan: kejelasan tujuan, bahasa, dan proses penjelasan merupakan kunci dalam memberikan             penjelasan.

2) Penggunaan contoh dan ilustrasi: contoh dan ilustrasi akan mempermudah siswa yang sulit dalam         menerima konsep yang abstrak, biasanya pola umum untuk menghubungkan contoh dengan dalil          adalah pola induktif dan pola deduktif.

3) Memberikan penekanan: penekanan dapat dikerjakan dengan cara mengadakan variasi dalam gaya         mengajar (variasi dalam suara, mimik) dan membuat struktur sajian, yaitu memberikan informasi         yang menunjukkan arah atau tujuan utama sajian (dapat dikerjakan dengan memberi ikhtisar,                 pengulangan, atau memberi tanda).

4) Pengorganisasian: pengorganisasian dapat dikerjakan dengan cara membuat hubungan antara contoh     dalil menjadi jelas dan memberikan ikhtisar butir-butir yang penting selama ataupun pada akhir             sajian.

5) Balikan: untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, balikan dapat diperoleh dengan cara                     memperhatikan tingkah laku siswa, memberikan kesempatan siswa menjawab pertanyaan guru, dan        meminta pendapat siswa apakah penjelasan yang diberikan bermakna atau tidak.

Tingkah laku menjelaskan merupakan keterampilan mengajar yang sangat ditentukan oleh pengetahuan dan kreativitas guru. Tidak ada dua orang guru yang menerapkan keterampilan mengajar secara persis sama.

6. MACAM-MACAM TEKNIS MENJELASKAN

1. Bertanya 

    Guru biasanya memulai pelajaran dengan mengajukan pertanyaan. Pertanyaan ini sesuai dengan bahan atau materi yang akan disampaikan kepada siswa. (dalam kegiatan-kegiatan pembukaan di TK terlihat dalam pembahasan tema atau sub tema yang akan dibicarakan hari tersebut). Kadangkala pertanyaan juga dipandang sebagai pertanyaan dengan maksud agar perhatian siswa terpusat pada bahan pelajaran yang akan disampaikan. Dan biasanya siswa jika dihadapkan dengan suatu pertanyaan mereka akan takut jika tidak bisa menjawabnya. Oleh karena itu mereka akan selalu mengulangi bahan yang telah disampaikan untuk mempersiapkan diri jika suatu saat guru menanyakannya dalam kelas (sewaktu berlangsungnya jam pelajaran). 

2. Penjelasan

    Tidak sepenuhnya pertanyaan dari guru dapat terjawab oleh siswa. Dengan berbagai teknik bertanya secara tidak langsung berarti siswa dapat memiliki sebagian bahan pelajaran yang akan diberikan oleh guru di kelas. Sehingga guru harus menjelaskan dengan memberikan keterangan secukupnya terhadap sebagian lain pelajaran yang direncanakan. Contoh: “dipegunungan banyak sekali pepohonan, penduduknya sedikit dan udaranya segar. Sedangkan di Jakarta pepohonan sedikit, penduduknya banyak dan udaranya kotor karena mobil-mobil dan mesin pabrik mengeluarkan udara kotornya. Sehingga udara terasa semakin panas dan kita menghirup udara kotor yang bisa menyesakan pernapasan”. 

3. Memberikan contoh

    Pemahaman siswa terhadap konsep baru dapat ditingkatkan melalui pemberian contoh yang jelas dan nyata yang sedapat mungkin diambil dari kehidupan sehari-hari  yang sekiranya mudah dicerna atau dipahami oleh siswa tersebut. Pemberian contoh yang dikaitkan dengan proses pengambilan kesimpulan dan dari pengambilan kesimpulan dikembangkan dengan contoh yang lebih dalam akan memberikan penjelasan yang efektif dan efisien. Sehingga memudahkan siswa dalam merangkaikan pikirannya untuk mencapai pemahaman yang mendalam. Contoh: “semua benda-benda yang terbuat dari besi dapat ditarik oleh magnet. Paku, peniti dan anak kunci terbuat dari besi. Jadi benda tersebut dapat ditarik oleh magnet. (cara induktif) 

“kertas lipat, sedotan plastik dan pensil warna tidak dapat ditarik oleh magnet. Benda-benda tersebut bukan terbuat dari besi. Jadi benda-benda yang tidak terbuat dari besi tidak dapat ditarik oleh magnet. (cara deduktif)


C. PENUTUP

KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan suatu yang belum diketahui.  

 Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang sesuai dengan tujuan yang diinginkan merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian penjelasan merupakan salah satu aspek yang penting dari kegiatan guru dalam berinteraksi dengan siswa di dalam kelas. Dan biasanya guru lebih mendominasi pembicaraan dan mempunyai pengaruh atau dapat mempengaruhi siswa melalui penjelasan dan perkataan yang disampaikannya,sehingga kadangkala siswa menuruti apa yang diutarakan oleh guru, dengan kata lain siswa mempercayai bahwa penjelasan dari guru itu benar, misalnya dalam memberikan fakta, ide atau pendapat. Oleh karena itu penjelasan guru haruslah tidak rancu dimana bisa mengakibatkan salah pengertian bagi siswa. Hal ini haruslah dibenahi untuk ditingkatkan keefektifannya agar tercapai hasil yang optimal dari penjelasan dan pembicaraan guru sehingga bermakna bagi siswa. 

DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, J. J. 1995. Proses Belajar Mengajar. Bandung: RemajaRosdakarya

Nasir, M. 1988. Metode Penelitian. Bandung: Rosda Karya

Sudjana, N. 1989. CBSA, Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru

Suparno, dkk. 1992. Program Pengalaman Lapangan. Jakarta: Depdikbud

Raflis K.  (1985). Katerampilan Menjelaskan. Panduan Penajaan Mikro NO. 4. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

S.L.La. Sulo et al.   (1985). Pengajaran Mikro. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Guru (P3G). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan








Monday, March 21, 2022

Keterampilan menjelaskan pembelajaran

KETERAMPILAN MENJELASKAN PEMBELAJARAN

    Keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki oleh guru, dosen, dan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan adalah yang berkenaan dengan beberapa keterampilan ataupun kemampuan yang bersifat mendasar dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Mengajar bukan hanya sekadar proses penyampaiannya saja tetapi menyangkut aspek yang lebih luas lagi perihal pembinaan sikap, emosional, serta pembentukann karakter yang santun.

Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang pengajar, diantaranya:  

1) Menguasai materi ataupun bahan ajar yang akan diajarkan. 

2) Menguasai cara untuk membelajarkannya atau menyampaikannya.

Menguasai cara untuk menyampaikan pembelajaran menjadi hal yang penting yang harus dikuasai oleh guru, salah satunya yaitu keterampilan dalam menjelaskan. Pada keterampilan ini, guru harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan mata pelajaran dengan berbagai prinsip yang harus dikuasainya. Serta menggunakan perencanaan yang baik sehingga penyajiannya tepat sasaran dan dapat dipahami oleh peserta didik. Keterampilan diartikan sebagai kemampuan seseorang terhadap suatu hal yang meliputi semua tugas-tugas kecakapan, sikap, nilai dan kemengertian yang semuannya dipertimbangkan sebagai sesuatu yang penting untuk menunjang keberhasilannya didalam penyelesaian tugas ( Rusyadi dalam Yanto: 2005) Arti menjelaskan dalam KBBI (kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah menjelaskan berarti menerangkan; menguraikan secara terang Keterampilan menjelaskan merupakan kemampuan seseorang dalam penyajian informasi yang diinformasikan secara lisan dan diorganisasikan secara sistematis untuk menerangkan sesuatu hal dan menunjukkan adanya hubungan dalam penyampaiannya. Ciri utamanya tersaji dengan baik dalam urutan yang runtut dan baik.Keterampilan menjelaskan ini berhubungan dengan penyampaian pendapat yang  berkenaan dengan materi pembelajaran dalam bentuk kata-kata yang fasih, sistematika penyampaian dan korelasi yang terkandung dalam rangkaian kata, maka rangkaian kata  tersebut harus bermakna dan dapat dipahami serta memberikan penekanan pemahaman kepada peserta didik.

 PENGERTIAN KETERAMPILAN MENJELASKAN

Memberi penjelasan merupakan penyajian informasi yang dilakukan secara sistematis untuk menunjukan adanya keterhubungan antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya antara sebab dengan akibatnya, dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui . Sehingga keterampilan menjelaskan adalah kemampuan yang harus dimiliki guru sebagai teknik dasar dalam mengajar yang diorganisasikan secara runtut atau sistematis agar menjadi rangkaian penjelasan yang berarti dan dapat dipahami oleh peserta didik. Keterampilan menjelaskan ini sebagai penyampaian informasi yang terencana dengan baik sebelumnya dan disajikan dengan serta urutan yang cocok. Melalui penjelasan, siswa dapat memahami hubungan sebab akibat, memahami prosedur, memahami prinsip, serta memahami analogi. Sedangkan pada hasil belajar yang berupa “ingatan” atau hafalan diperoleh dari sebuah cerita atau penjelasan. 

Beberapa alasan mengapa keterampilan menjelaskan perlu dikuasai, antara lain:

Pada umumnya interaksi komunikasi lisan di kelas didominasi oleh guru Sebagian besar kegiatan guru adalah informasi. Untuk itu efektivitas pembicaraan perlu ditingatkan.Menjelaskan yang diberikan guru dan yang ada didalam buku, sebab dalam buku sering kurang dipahami oleh peserta didik. Informasi yang diperoleh siswa agak terbatas

TUJUAN KETERAMPILAN PEMBELAJARAN

Tujuan penggunaan penjelasan dalam proses belajar menurut (Marno, 2008: 114), adalah :

  • Untuk membimbing pikiran peserta didik dalam memahami konsep, prinsip, dalil, atau hukum-hukum yang menjadi bahan pelajaran.
  • Untuk memperkuat struktur kognitif peserta didik yang berhubungan dengan bahan pelajaran.
  • Membantu peserta didik dalam memecahkan masalah.
  • Membantu memudahkan peserta didik dalam mengasimilasi dan mengakomodasikan konsep.
  • Mengomunikasikan ide dan gagasan (pesan) kepada peserta didik.
  • Melatih peserta didik mandiri dalam mengambil keputusan.
  • Melatih peserta didik berpikir logis apabila penjelasan guru kurang sistematis.

 PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAAN KETERAMPILAN MENJELASKAN

Kegiatan menjelaskan ini bertujuan untuk membantu siswa untuk memahami prosedur atau tata cara yang berlaku, membimbing siswa untuk memahami pertanyaan, meningkatkan umpan balik serta keterlibatan siswa, memberi siswa kesempatan untuk memahami umpan balik yang terjadi disaat pembelajaran. Jika guru sudah menguasai keterampilan dalam menjelaskan, maka guru tersebut tentunya akan lebih mudah mengelola waktu dalam penyajian materi serta dapat mengelola waktu dengan baik. Penjelasan guru yang sistematis juga dapat membantu mengatasi hal apabila minim dalam buku ataupun sumber belajar.

Prinsip-prinsip menjelaskan menurut Kamulyan (2014:49), yaitu:

  • Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik.
  • Penjelasan harus diselingi tanya jawab
  • Materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru.
  • Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  • Materi penjelasan harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik.
  • Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang konkrit dan dihubungkan dengan kehidupan.

Langkah-langkah dalam menjelaskan menurut Wardani (1984) mengemukakan bahwa prinsip-prinsip penjelasan perlu dipahami antara lain:

  • Penjelasan dapat diberikan di awal, di tengah atau di akhir
  • Penjelasan harus relevan dengan tujuan
  • Guru dapat memberikan penjelasan bila ada pertanyaan siswa atau dirancang guru sebelumnya
  • Penjelasan itu materinya harus bermakna bagi siswa
  • Penjelasan harus sesuai dengan latar belakang dan kemampuan siswa

KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN MENJELASKAN

    Penjelasan yang baik pastinya diikuti oleh contoh-contoh yang sesuai dengan kehidupan dan pengalaman siswa serta relevan, karena siswa akan mengerti apabila bahasan materi menggunakan contoh-contoh yang jelas. Contoh harus memiliki kesan yang positif daripada contoh yang negatif, hal ini sebagai adanya pembeda dan untuk mempertajamkan ingatan  terhadap materi yang satu dengan materi yang lainnya. Komponen yang sangat perlu diperhatikan dalam keterampilan menjelaskan menurut ( Alma, 2009: 15), yaitu diantaranya:

Clarity ( kejelasan ) yang meliputi: 1) Kejelasan penggunaan bahasa secara fasih. 2) Kejelasan dalam menyatakan sesuatu ide secara eksplisit. 3) Upaya untuk menghindari kekaburan.

Illustration and examples ( pemberian ilustrasi dan contoh): Illustrasi merupakan penggambaran dari ide yang telah disampaikan, fungsinya untuk memperjelas ide sehingga tidak menimbulkan tafsiran yang kabur. Contoh diberikan untuk mengkonkritkan ilustrasi yang diberikan, fungsinya untuk menghindari terjadinya verbalisme. Untuk itu perlu diperhatikan, kesederhanaan, jelas dan konkrit, selaras dengan tingkat pengalaman siswa dan kalau mungkin faktual dan aktual.

Emphasis (penekanan). Emphasis dilakukan dalam bentuk: penggunaan variasi di antaranya, suara (nada, volume ataupun tonenya), isyarat (simbol, gerakan) dan penggunaan media/sumber pengajaran. Penegasan atau pengarahan yang di antaranya dapat dilakukan dengan cara: pengulangan (repetition), pengikhtisaran atau pengambilan kesimpulan (summarizing/resuming dan conclusion) yang biasanya dilakukan pada setiap akhir dari sesuatu yang disampaikan serta penegasan dengan mempergunakan kata kunci.

Feed-Back (Pengambilan umpan balik). Hal ini dilakukan dengan beberapa maksud atau kepentingan: 1) Sebagai evaluasi sederhana. 2) Menciptakan situasi baru dan menumbuhkan minat belajar. Cara yang dapat dilakukan di antaranya: mengkaji pemahaman siswa, mengkaji minat siswa, mengendalikan sikap dan perilaku siswa.

Umpan balik itu tidak hanya dalam bentu fisik, tetapi juga dalam bentuk mental yang selalu berproses untuk menyerap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik diperlukan beberapa teknik yang sesuai dan tepat dengan diri setiap anak didik sebagai makhluk individual. (Djamarah, 2013:142)

Strategi alternatif yang dapat ditekankan pada pelaksanaan keterampilan menjelaskan adalah dengan menggunakan metode ceramah. Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan (Djamarah, 2013:97)

 

 TAHAP-TAHAP DALAM KETERAMPILAN MENJELASKAN

     Menyampaikan Informasi. Menyampaikan Informasi diartikan memberitahu tentang materi atau informasi yang belum diketahui sebelumnya dalam bentuk menyampaikan fakta dan memberikan arahan serta disampaikan hanya untuk diketahui saja, dalam pembelajaran menyampaikan informasi berarti memberitahu tentang definisi atau pengertian dasar tentang materi yang akan diajarkan. Contoh : Gubernur adalah pemimpin pemerintah daerah di wilayah provinsi

Isi yang disampaikan menunjukkan “apa” atau “bagaimana” sesungguhnya suatu hal itu terjadi. Guru mencoba menguraikan istilah-istilah yang belum dikenal peserta didik juga menguraikan pembelajaran baru dengan cara dikaitkan dengan pengalaman peserta didik. Jadi, dalam hal ini isi bersifat tentang pengertian ataupun istilah. Contoh : Arti pengertian “negara” adalah…

Isi yang disampaikan menunjukkan “mengapa” atau “untuk apa” sesuatu terjadi demikian, yang menunjukkan hubungan atau korelasi antara dua hal yang berkaitan atau lebih dan menunjukkan suatu kausalitas (sebab-akibat). Contoh: Mengapa perlu adanya kerja bakti setiap hari minggu? Untuk apa seorang petani memerlukan pupuk?

Memberi Motivasi. Motivasi berarti dorongan atau penguatan, berarti kemampuan untuk memberikan dorongan semangat agar menimbulkan minat, kemauan serta perhatian siswa terhadap pembelajaran. Untuk memberikan motivasi guru harus menunjukkan mengapa bahan pelajaran ini harus dipelajari, apa gunanya dan utuk apa kenapa harus diketahui.

Mengajukan Pendapat Pribadi. Sebaiknya didahului dengan kata-kata “menurut pendapat saya sendiri” dan disertai alasan-alasan fakta atau data yang mendukung pendapatnya itu. Karena pendapat yang bersifat subyektif, maka siswa harus diberikan kebebasan untuk mengajukan pendapatnya sendiri.

Pemberian Contoh. Memberikan contoh yang nyata agar siswa mendapatkan pemahaman yang baik dan meyakinkan peserta didik terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari

Tahap akhir dalam kegiatan menjelaskan adalah tahap latihan, dengan latihan siswa secara individu atau dengan bimbingan guru mencari hubungan sebab-akibat pada peristiwa yang lainnya.

 PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    Keterampilan menjelaskan meliputi dua segi, yaitu: Pertama, Perencanaan yaitu sebagai persiapan awal mengenai isi penjelasan yang akan disampaikan disaat proses pembelajaran lalu mengenai kemampuan siswa dan perkembangan siswa yang akan dihadapi dalam mendapatkan penjelasan. Hal ini mencangkup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum atau rumus-rumus yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. (Kamulyan, 2014:49). Kedua, Pelaksanaan yaitu bagaimana cara, langkah-langkah dan teknik dalam menyampaikan penjelasan materi yang sudah dipersiapkan.

Komponen yang diperhatikan dalam pelaksanaan keterampilan menjelaskan dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan adalah: (Marno, 2008:121)

Dengan memberikan orientasi atau pengarahan maka mengantarkan siswa pada pokok materi yang akan dibahas dan menjadi penjelasan yang lebih luas lagi. Bahasa yang sederhana. Bahasa yang diucapkan harus jelas, serta volume suara yang dapat disesuaikan dengan kondisi kelas dan siswa lalu hendaknya lancar tidak terlalu cepat serta menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh siswa. Bila ada istilah asing atu belom dimengerti berikan penjelasan yang dapat dimengertiPenggunaan contoh/ilustrasi. Pemahaman siswa dapat ditingkatkan dengan mengubungkan materi dengan kejadian sehari hari atau peristiwa yang terjadi.Struktur/Sistematis. Agar penjelasan guru mudah diterima oleh siswa, maka hendaknya tata susunan atau langkah-langkahnya harus sistematis dan runtut.Guru dapat melakukan variasi, baik dalam cara menyampaikan materi pelajaran maupun dalam metode dan proses interaksi disaat proses pembelajaran berlangsung.

 KELEBIHAN PENERAPAN KETERAMPILAN PEMBELAJARAN

Lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan, mengorganisasi, dan menilai informasi yang diterima.

Lebih mudah dalam memancing meningkatkan kemampuan siswa dalam membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan atas informasi yang lengkap dan relevan. Mendorong siswa untuk mengembangkan ide-ide dan mengemukakan ide-ide tersebut.Dapat mengatasi masalah pembelajaran yang diikuti oleh jumlah peserta didik yang besar.Merupakan cara yang lebih mudah saat guru akan memulai mengenal materi.Dapat meningkatkan analisis guru terhadap teori yang sedang disampaikan dan guru menjadi benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam.

 KELEMAHAN PENERAPAN KETERAMPILAN MENJELASKAN

Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, peserta didik cenderung menjadi karakteristik yang auditif (mendengarkan) dan akhirnya menjadi siswa yang pasif. Apabila selalu digunakan dan terlalu lama maka perjalanan akan terkesan membosankan.Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, kesempatan untuk berdikusi menjadi terlalu lama, kesempatan untuk berdiskusi menjadi terlalu sedikit bahkan habis untuk menjelaskan.

 PENUTUP

Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian penjelasan merupakan salah satu aspek yang amat penting dari kegiatan guru. Penyajian dalam keterampilan menjelaskan menjadi salah satu kunci untuk memberikan variasi yang menarik dalam pembelajaran sehingga siswa mampu menjalani pembelajaran dengan antusias tanpa ada yang bosan atau pun mengantuk. Guru dapat  mensiasati dengan umpan balik yang baik dan dalam interaksinya dengan siswa di dalam kelas dan biasanya guru cenderung lebih mendominasi pembicaraan dan mempunyai pengaruh langsung, misalnya dalam memberikan fakta, ide, ataupun pendapat. Oleh sebab itu, hal ini haruslah dibenahi untuk ditingkatkan keefektifannya agar tercapai hasil yang optimal dari penjelasan dan pembicaraan guru tersebut sehingga bermakna bagi murid. Mengenai yang berhubungan dengan penerimaan pesan (siswa) hendaknya diperhatikan hal-hal atau perbedaan-perbedaan pada setiap anak yang akan menerima pesan, seperti usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang, sosial, bakat, minat serta lingkungan belajar anak.


KETERAMPILAN MENJELASKAN PEMBELAJARAN

    KETERAMPILAN MENJELASKAN PEMBELAJARAN AFIYATUL FADILAH Program Pendidikan Agama Islam STAI Salahuddin Pasuruan afiya1513@gmail.com A...