Monday, March 21, 2022

Keterampilan menjelaskan pembelajaran

KETERAMPILAN MENJELASKAN PEMBELAJARAN

    Keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki oleh guru, dosen, dan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan adalah yang berkenaan dengan beberapa keterampilan ataupun kemampuan yang bersifat mendasar dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Mengajar bukan hanya sekadar proses penyampaiannya saja tetapi menyangkut aspek yang lebih luas lagi perihal pembinaan sikap, emosional, serta pembentukann karakter yang santun.

Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang pengajar, diantaranya:  

1) Menguasai materi ataupun bahan ajar yang akan diajarkan. 

2) Menguasai cara untuk membelajarkannya atau menyampaikannya.

Menguasai cara untuk menyampaikan pembelajaran menjadi hal yang penting yang harus dikuasai oleh guru, salah satunya yaitu keterampilan dalam menjelaskan. Pada keterampilan ini, guru harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan mata pelajaran dengan berbagai prinsip yang harus dikuasainya. Serta menggunakan perencanaan yang baik sehingga penyajiannya tepat sasaran dan dapat dipahami oleh peserta didik. Keterampilan diartikan sebagai kemampuan seseorang terhadap suatu hal yang meliputi semua tugas-tugas kecakapan, sikap, nilai dan kemengertian yang semuannya dipertimbangkan sebagai sesuatu yang penting untuk menunjang keberhasilannya didalam penyelesaian tugas ( Rusyadi dalam Yanto: 2005) Arti menjelaskan dalam KBBI (kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah menjelaskan berarti menerangkan; menguraikan secara terang Keterampilan menjelaskan merupakan kemampuan seseorang dalam penyajian informasi yang diinformasikan secara lisan dan diorganisasikan secara sistematis untuk menerangkan sesuatu hal dan menunjukkan adanya hubungan dalam penyampaiannya. Ciri utamanya tersaji dengan baik dalam urutan yang runtut dan baik.Keterampilan menjelaskan ini berhubungan dengan penyampaian pendapat yang  berkenaan dengan materi pembelajaran dalam bentuk kata-kata yang fasih, sistematika penyampaian dan korelasi yang terkandung dalam rangkaian kata, maka rangkaian kata  tersebut harus bermakna dan dapat dipahami serta memberikan penekanan pemahaman kepada peserta didik.

 PENGERTIAN KETERAMPILAN MENJELASKAN

Memberi penjelasan merupakan penyajian informasi yang dilakukan secara sistematis untuk menunjukan adanya keterhubungan antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya antara sebab dengan akibatnya, dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui . Sehingga keterampilan menjelaskan adalah kemampuan yang harus dimiliki guru sebagai teknik dasar dalam mengajar yang diorganisasikan secara runtut atau sistematis agar menjadi rangkaian penjelasan yang berarti dan dapat dipahami oleh peserta didik. Keterampilan menjelaskan ini sebagai penyampaian informasi yang terencana dengan baik sebelumnya dan disajikan dengan serta urutan yang cocok. Melalui penjelasan, siswa dapat memahami hubungan sebab akibat, memahami prosedur, memahami prinsip, serta memahami analogi. Sedangkan pada hasil belajar yang berupa “ingatan” atau hafalan diperoleh dari sebuah cerita atau penjelasan. 

Beberapa alasan mengapa keterampilan menjelaskan perlu dikuasai, antara lain:

Pada umumnya interaksi komunikasi lisan di kelas didominasi oleh guru Sebagian besar kegiatan guru adalah informasi. Untuk itu efektivitas pembicaraan perlu ditingatkan.Menjelaskan yang diberikan guru dan yang ada didalam buku, sebab dalam buku sering kurang dipahami oleh peserta didik. Informasi yang diperoleh siswa agak terbatas

TUJUAN KETERAMPILAN PEMBELAJARAN

Tujuan penggunaan penjelasan dalam proses belajar menurut (Marno, 2008: 114), adalah :

  • Untuk membimbing pikiran peserta didik dalam memahami konsep, prinsip, dalil, atau hukum-hukum yang menjadi bahan pelajaran.
  • Untuk memperkuat struktur kognitif peserta didik yang berhubungan dengan bahan pelajaran.
  • Membantu peserta didik dalam memecahkan masalah.
  • Membantu memudahkan peserta didik dalam mengasimilasi dan mengakomodasikan konsep.
  • Mengomunikasikan ide dan gagasan (pesan) kepada peserta didik.
  • Melatih peserta didik mandiri dalam mengambil keputusan.
  • Melatih peserta didik berpikir logis apabila penjelasan guru kurang sistematis.

 PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAAN KETERAMPILAN MENJELASKAN

Kegiatan menjelaskan ini bertujuan untuk membantu siswa untuk memahami prosedur atau tata cara yang berlaku, membimbing siswa untuk memahami pertanyaan, meningkatkan umpan balik serta keterlibatan siswa, memberi siswa kesempatan untuk memahami umpan balik yang terjadi disaat pembelajaran. Jika guru sudah menguasai keterampilan dalam menjelaskan, maka guru tersebut tentunya akan lebih mudah mengelola waktu dalam penyajian materi serta dapat mengelola waktu dengan baik. Penjelasan guru yang sistematis juga dapat membantu mengatasi hal apabila minim dalam buku ataupun sumber belajar.

Prinsip-prinsip menjelaskan menurut Kamulyan (2014:49), yaitu:

  • Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik.
  • Penjelasan harus diselingi tanya jawab
  • Materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru.
  • Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  • Materi penjelasan harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik.
  • Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang konkrit dan dihubungkan dengan kehidupan.

Langkah-langkah dalam menjelaskan menurut Wardani (1984) mengemukakan bahwa prinsip-prinsip penjelasan perlu dipahami antara lain:

  • Penjelasan dapat diberikan di awal, di tengah atau di akhir
  • Penjelasan harus relevan dengan tujuan
  • Guru dapat memberikan penjelasan bila ada pertanyaan siswa atau dirancang guru sebelumnya
  • Penjelasan itu materinya harus bermakna bagi siswa
  • Penjelasan harus sesuai dengan latar belakang dan kemampuan siswa

KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN MENJELASKAN

    Penjelasan yang baik pastinya diikuti oleh contoh-contoh yang sesuai dengan kehidupan dan pengalaman siswa serta relevan, karena siswa akan mengerti apabila bahasan materi menggunakan contoh-contoh yang jelas. Contoh harus memiliki kesan yang positif daripada contoh yang negatif, hal ini sebagai adanya pembeda dan untuk mempertajamkan ingatan  terhadap materi yang satu dengan materi yang lainnya. Komponen yang sangat perlu diperhatikan dalam keterampilan menjelaskan menurut ( Alma, 2009: 15), yaitu diantaranya:

Clarity ( kejelasan ) yang meliputi: 1) Kejelasan penggunaan bahasa secara fasih. 2) Kejelasan dalam menyatakan sesuatu ide secara eksplisit. 3) Upaya untuk menghindari kekaburan.

Illustration and examples ( pemberian ilustrasi dan contoh): Illustrasi merupakan penggambaran dari ide yang telah disampaikan, fungsinya untuk memperjelas ide sehingga tidak menimbulkan tafsiran yang kabur. Contoh diberikan untuk mengkonkritkan ilustrasi yang diberikan, fungsinya untuk menghindari terjadinya verbalisme. Untuk itu perlu diperhatikan, kesederhanaan, jelas dan konkrit, selaras dengan tingkat pengalaman siswa dan kalau mungkin faktual dan aktual.

Emphasis (penekanan). Emphasis dilakukan dalam bentuk: penggunaan variasi di antaranya, suara (nada, volume ataupun tonenya), isyarat (simbol, gerakan) dan penggunaan media/sumber pengajaran. Penegasan atau pengarahan yang di antaranya dapat dilakukan dengan cara: pengulangan (repetition), pengikhtisaran atau pengambilan kesimpulan (summarizing/resuming dan conclusion) yang biasanya dilakukan pada setiap akhir dari sesuatu yang disampaikan serta penegasan dengan mempergunakan kata kunci.

Feed-Back (Pengambilan umpan balik). Hal ini dilakukan dengan beberapa maksud atau kepentingan: 1) Sebagai evaluasi sederhana. 2) Menciptakan situasi baru dan menumbuhkan minat belajar. Cara yang dapat dilakukan di antaranya: mengkaji pemahaman siswa, mengkaji minat siswa, mengendalikan sikap dan perilaku siswa.

Umpan balik itu tidak hanya dalam bentu fisik, tetapi juga dalam bentuk mental yang selalu berproses untuk menyerap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik diperlukan beberapa teknik yang sesuai dan tepat dengan diri setiap anak didik sebagai makhluk individual. (Djamarah, 2013:142)

Strategi alternatif yang dapat ditekankan pada pelaksanaan keterampilan menjelaskan adalah dengan menggunakan metode ceramah. Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan (Djamarah, 2013:97)

 

 TAHAP-TAHAP DALAM KETERAMPILAN MENJELASKAN

     Menyampaikan Informasi. Menyampaikan Informasi diartikan memberitahu tentang materi atau informasi yang belum diketahui sebelumnya dalam bentuk menyampaikan fakta dan memberikan arahan serta disampaikan hanya untuk diketahui saja, dalam pembelajaran menyampaikan informasi berarti memberitahu tentang definisi atau pengertian dasar tentang materi yang akan diajarkan. Contoh : Gubernur adalah pemimpin pemerintah daerah di wilayah provinsi

Isi yang disampaikan menunjukkan “apa” atau “bagaimana” sesungguhnya suatu hal itu terjadi. Guru mencoba menguraikan istilah-istilah yang belum dikenal peserta didik juga menguraikan pembelajaran baru dengan cara dikaitkan dengan pengalaman peserta didik. Jadi, dalam hal ini isi bersifat tentang pengertian ataupun istilah. Contoh : Arti pengertian “negara” adalah…

Isi yang disampaikan menunjukkan “mengapa” atau “untuk apa” sesuatu terjadi demikian, yang menunjukkan hubungan atau korelasi antara dua hal yang berkaitan atau lebih dan menunjukkan suatu kausalitas (sebab-akibat). Contoh: Mengapa perlu adanya kerja bakti setiap hari minggu? Untuk apa seorang petani memerlukan pupuk?

Memberi Motivasi. Motivasi berarti dorongan atau penguatan, berarti kemampuan untuk memberikan dorongan semangat agar menimbulkan minat, kemauan serta perhatian siswa terhadap pembelajaran. Untuk memberikan motivasi guru harus menunjukkan mengapa bahan pelajaran ini harus dipelajari, apa gunanya dan utuk apa kenapa harus diketahui.

Mengajukan Pendapat Pribadi. Sebaiknya didahului dengan kata-kata “menurut pendapat saya sendiri” dan disertai alasan-alasan fakta atau data yang mendukung pendapatnya itu. Karena pendapat yang bersifat subyektif, maka siswa harus diberikan kebebasan untuk mengajukan pendapatnya sendiri.

Pemberian Contoh. Memberikan contoh yang nyata agar siswa mendapatkan pemahaman yang baik dan meyakinkan peserta didik terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari

Tahap akhir dalam kegiatan menjelaskan adalah tahap latihan, dengan latihan siswa secara individu atau dengan bimbingan guru mencari hubungan sebab-akibat pada peristiwa yang lainnya.

 PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    Keterampilan menjelaskan meliputi dua segi, yaitu: Pertama, Perencanaan yaitu sebagai persiapan awal mengenai isi penjelasan yang akan disampaikan disaat proses pembelajaran lalu mengenai kemampuan siswa dan perkembangan siswa yang akan dihadapi dalam mendapatkan penjelasan. Hal ini mencangkup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum atau rumus-rumus yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. (Kamulyan, 2014:49). Kedua, Pelaksanaan yaitu bagaimana cara, langkah-langkah dan teknik dalam menyampaikan penjelasan materi yang sudah dipersiapkan.

Komponen yang diperhatikan dalam pelaksanaan keterampilan menjelaskan dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan adalah: (Marno, 2008:121)

Dengan memberikan orientasi atau pengarahan maka mengantarkan siswa pada pokok materi yang akan dibahas dan menjadi penjelasan yang lebih luas lagi. Bahasa yang sederhana. Bahasa yang diucapkan harus jelas, serta volume suara yang dapat disesuaikan dengan kondisi kelas dan siswa lalu hendaknya lancar tidak terlalu cepat serta menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh siswa. Bila ada istilah asing atu belom dimengerti berikan penjelasan yang dapat dimengertiPenggunaan contoh/ilustrasi. Pemahaman siswa dapat ditingkatkan dengan mengubungkan materi dengan kejadian sehari hari atau peristiwa yang terjadi.Struktur/Sistematis. Agar penjelasan guru mudah diterima oleh siswa, maka hendaknya tata susunan atau langkah-langkahnya harus sistematis dan runtut.Guru dapat melakukan variasi, baik dalam cara menyampaikan materi pelajaran maupun dalam metode dan proses interaksi disaat proses pembelajaran berlangsung.

 KELEBIHAN PENERAPAN KETERAMPILAN PEMBELAJARAN

Lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan, mengorganisasi, dan menilai informasi yang diterima.

Lebih mudah dalam memancing meningkatkan kemampuan siswa dalam membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan atas informasi yang lengkap dan relevan. Mendorong siswa untuk mengembangkan ide-ide dan mengemukakan ide-ide tersebut.Dapat mengatasi masalah pembelajaran yang diikuti oleh jumlah peserta didik yang besar.Merupakan cara yang lebih mudah saat guru akan memulai mengenal materi.Dapat meningkatkan analisis guru terhadap teori yang sedang disampaikan dan guru menjadi benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam.

 KELEMAHAN PENERAPAN KETERAMPILAN MENJELASKAN

Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, peserta didik cenderung menjadi karakteristik yang auditif (mendengarkan) dan akhirnya menjadi siswa yang pasif. Apabila selalu digunakan dan terlalu lama maka perjalanan akan terkesan membosankan.Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, kesempatan untuk berdikusi menjadi terlalu lama, kesempatan untuk berdiskusi menjadi terlalu sedikit bahkan habis untuk menjelaskan.

 PENUTUP

Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian penjelasan merupakan salah satu aspek yang amat penting dari kegiatan guru. Penyajian dalam keterampilan menjelaskan menjadi salah satu kunci untuk memberikan variasi yang menarik dalam pembelajaran sehingga siswa mampu menjalani pembelajaran dengan antusias tanpa ada yang bosan atau pun mengantuk. Guru dapat  mensiasati dengan umpan balik yang baik dan dalam interaksinya dengan siswa di dalam kelas dan biasanya guru cenderung lebih mendominasi pembicaraan dan mempunyai pengaruh langsung, misalnya dalam memberikan fakta, ide, ataupun pendapat. Oleh sebab itu, hal ini haruslah dibenahi untuk ditingkatkan keefektifannya agar tercapai hasil yang optimal dari penjelasan dan pembicaraan guru tersebut sehingga bermakna bagi murid. Mengenai yang berhubungan dengan penerimaan pesan (siswa) hendaknya diperhatikan hal-hal atau perbedaan-perbedaan pada setiap anak yang akan menerima pesan, seperti usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang, sosial, bakat, minat serta lingkungan belajar anak.


No comments:

Post a Comment

KETERAMPILAN MENJELASKAN PEMBELAJARAN

    KETERAMPILAN MENJELASKAN PEMBELAJARAN AFIYATUL FADILAH Program Pendidikan Agama Islam STAI Salahuddin Pasuruan afiya1513@gmail.com A...